Cara Menanam Ubi Jalar: Panduan Lengkap dari Persiapan Lahan sampai Panen

12/5/2026 Super Admin
Cara Menanam Ubi Jalar: Panduan Lengkap dari Persiapan Lahan sampai Panen

Berikut panduan praktis cara menanam ubi jalar (Ipomoea batatas) untuk skala pekarangan maupun lahan. Di akhir artikel juga ada manfaat dan cara mengolahnya.

1) Syarat tumbuh

  • Iklim: tropis–subtropis, sinar matahari penuh.
  • Tanah: gembur, drainase baik, tidak becek. pH ideal sekitar 5,5–6,5.
  • Air: cukup lembap, tetapi hindari genangan karena mudah memicu busuk umbi.

2) Persiapan lahan

  • Bersihkan gulma dan sisa tanaman.
  • Olah tanah 20–30 cm sampai gembur.
  • Buat bedengan agar drainase bagus: lebar 80–120 cm, tinggi 20–30 cm, jarak antarbedengan 40–60 cm (sesuaikan kondisi lahan).
  • Campurkan pupuk organik matang (kompos atau pupuk kandang) secara merata. Jika tanah berat, tambahkan bahan organik lebih banyak agar struktur tanah membaik.

3) Memilih bibit (stek)

Ubi jalar umumnya ditanam memakai stek batang, bukan dari umbi.

  • Pilih tanaman induk sehat, tidak layu, tidak terserang hama/penyakit.
  • Ambil stek dari batang yang tidak terlalu tua: panjang 20–30 cm, punya 4–7 ruas.
  • Buang daun bagian bawah, sisakan beberapa daun di bagian atas.
  • Jika memungkinkan, angin-anginkan stek 1–2 jam agar luka potong tidak terlalu basah saat ditanam.

4) Cara tanam dan jarak tanam

  • Buat lubang tanam dangkal atau alur di bedengan.
  • Tancapkan stek miring, 2–3 ruas masuk ke tanah, 1–2 ruas di atas tanah.
  • Jarak tanam umum: 25–30 cm dalam barisan dan 70–100 cm antarbarisan. Untuk pekarangan, yang penting tanaman tidak terlalu rapat agar umbi berkembang maksimal.
  • Siram secukupnya setelah tanam.

5) Pemupukan

Kunci ubi jalar adalah seimbang: terlalu banyak nitrogen membuat daun lebat tetapi umbi kecil. Skema sederhana (bisa disesuaikan kondisi tanah):

  • Dasar: kompos/pupuk kandang matang saat olah tanah.
  • Susulan 1: umur 2–3 minggu setelah tanam (NPK seimbang atau pupuk organik cair).
  • Susulan 2: umur 5–6 minggu (lebih fokus kalium untuk pembesaran umbi).

Jika kamu memakai pupuk kimia, gunakan dosis ringan–sedang dan ikuti rekomendasi setempat.

6) Penyiraman dan pengendalian gulma

  • 1–2 minggu awal: jaga tanah lembap (jangan tergenang).
  • Setelah tanaman kuat: siram saat tanah mulai kering.
  • Lakukan penyiangan gulma terutama 3–6 minggu pertama.

7) Pembumbunan dan perawatan sulur

  • Lakukan pembumbunan ringan (menimbun tanah ke pangkal tanaman) saat umur 4–6 minggu untuk membantu pembentukan umbi dan mencegah umbi muncul ke permukaan.
  • Rapikan sulur: jika sulur terlalu panjang dan banyak membentuk akar di ruas-ruas, sebagian petani mengangkat/membalik sulur agar energi tanaman tidak habis untuk akar baru dan fokus ke umbi utama. Lakukan hati-hati agar tidak merusak tanaman.

8) Hama dan penyakit yang sering muncul

  • Ulat daun: daun berlubang. Kendalikan dengan sanitasi kebun dan pengamatan rutin; bila parah gunakan pengendalian sesuai anjuran setempat.
  • Kutu/serangga pengisap: daun keriting/lemah.
  • Busuk umbi/akar: biasanya karena tanah becek dan drainase buruk.

Pencegahan utama: drainase baik, bibit sehat, rotasi tanaman, dan kebun bersih.

9) Panen

  • Umur panen umumnya 3–5 bulan tergantung varietas dan kondisi lahan.
  • Tanda siap panen: daun tua menguning, pertumbuhan melambat, ukuran umbi terasa besar saat tanah digali sedikit.
  • Panen saat tanah tidak terlalu basah. Gali hati-hati agar umbi tidak luka.

10) Pascapanen singkat

  • Bersihkan tanah yang menempel tanpa mencuci bila akan disimpan lama.
  • Angin-anginkan di tempat teduh agar kulit mengering dan luka kecil menutup.
  • Simpan di tempat kering, sejuk, dan berventilasi.

Manfaat ubi jalar

  • Sumber energi dari karbohidrat, lebih kaya serat dibanding sebagian sumber karbohidrat lain.
  • Mengandung vitamin dan mineral, terutama pada varietas tertentu (misalnya ubi jalar oranye cenderung kaya beta karoten sebagai provitamin A).
  • Serat membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama.

Cara mengolah ubi jalar (praktis)

1) Rebus/kukus

Cara paling sederhana. Kukus biasanya menjaga rasa manis dan tekstur lebih padat.

2) Panggang/oven

Panggang membuat rasa manis lebih keluar. Bungkus dengan kertas alumunium atau panggang langsung di loyang.

3) Goreng

Bisa dibuat keripik atau ubi goreng. Iris tipis untuk keripik, rendam sebentar lalu tiriskan agar lebih renyah.

4) Kolak atau bubur

Potong dadu, masak bersama santan dan gula merah untuk kolak. Untuk bubur, hancurkan ubi matang lalu campur susu atau santan.

5) Olahan tepung/puree

Ubi kukus bisa dihaluskan menjadi puree untuk campuran roti, donat, atau kue.

Tips: Jika kamu ingin umbi lebih manis, beberapa orang menyukai proses penyimpanan singkat 3–7 hari di tempat teduh dan berventilasi setelah panen sebelum diolah (pastikan tidak lembap dan tidak berjamur).